Hambatan Komunikasi Efektif Dalam Perusahaan, Perhatikan 3 Hal Berikut
3 hambatan komunikasi efektid dalam perusahaan - Ada 3 Hambatan Komunikasi Efektif di Dalam Perusahaan yang harus Anda pahami sebagai HRD atau CEO
- Perbedaan budaya, ini tidak hanya kerja, namun juga nilai etika yang melekat kepada budaya tersebut sangat perlu Anda waspadai
- Status hierarki perusahaan juga termasuk penghambat terbesar didalam komunikasi efektif, rasa segan atau proses komunikasi yang memiliki serangkaian izin pasti membuat batasan komunikasi
- Gangguan teknologi, ini tidak sederhana, bahkan saat ini telat membalas chatting 2 menit saja sudah dianggap menggangu komunikasi
Sebelum kita membahas jauh lebih dalam sebenarnya komunikasi efektif itu apa sih? apa saja gaya komunikasi yang sebenarnya ada?
3 gaya komunikasi–sering kita jumpai pernyataan bahwa menjadi manusia itu tidak mudah.
Contohnya saat mencoba untuk menyampaikan perasaan atau memahami orang lain.
Itulah mengapa kemampuan berkomunikasi sangat penting.
Pada kenyataannya, berkomunikasi memang tidak mudah.
Menurut KBBI, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Lantas, bagaimana sih cara berkomunikasi secara efektif?
Sebelumnya, kenali dulu yuk 3 gaya komunikasi:
Komunikasi Agresif
Komunikasi ini bisa membuatmu kesulitan mendapatkan teman.
Loh kenapa? Gaya ini selalu menghakimi, membantah dan tidak mengizinkan orang lain menyampaikan opini.
Tentunya kamupun tidak suka diperlakukan demikian bukan?
Komunikasi Pasif
Siapa yang kesulitan untuk berkata “tidak”? itu salah satu ciri pemilik komunikasi pasif.
Cenderung diam dan mengiyakan, merasa sungkan dan tidak pernah didengar. Merugikan diri sendiri bukan?
Komunikasi Asertif
Rasanya gaya inilah yang paling cocok kita terapkan. Gaya ini adalah keseimbangan antara dua gaya lainnya.
Komunikasi Efektif dengan Gaya Asertif
Gaya komunikasi asertif bisa kita miliki dengan cara H.A.R.D loh! Apa itu HARD?
Honest
Jujur dan berani berkata tidak!
Cobalah untuk menyampaikan apa yang benar-benar kamu mau namun tidak menyakiti perasaan orang lain.
Tolak hal yang tidak baik untukmu tapi berikan alasan! Jika kamu memberikan alasan yang masuk akal, orang lain tentunya akan menerima jawabanmu kok!
Appropiate
Gunakan intonasi dan suara yang enak didengar. Cobalah untuk tetap tenang dan sampaikan maksud secara perlahan.
Gaya asertif berarti tidak ragu-ragu namun juga tidak menekan.
Terus asah kemampuan ini meskipun pada awalnya terasa sulit ya!
Respectful
Ah dia nggak menjawab sesuai harapanku!
Kemudian kamu mengiyakan lalu pergi begitu saja. Itu adalah gaya pasif!
Asertif berarti bersama-sama mencari solusi terbaik.
Join Sekarang!
Dapatkan pembelajaran Kelas Public Speaking Online dan bimbingan dari mentor selama 1 bulan dan Bergaransi
Daftar SekarangCobalah untuk bertanya lebih banyak, mendengarkan lebih hati-hati dan memberikan opsi, sehingga tidak menyakiti kedua belah pihak.
Berempati, hargai lawan bicara, dengarkan dengan seksama dan jaga eye contact ya! Menjaga eye contact adalah langkah mudah memberi tahu lawan bicara bahwa kita peduli.
Direct
Punya uneg-uneg tapi tidak berani bilang? Atau malah mencari perantara?
Jangan ya! Cobalah untuk menyampaikan secara langsung.
Menjadi asertif salah satunya adalah menyampaikan pendapat secara langsung. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman dan ‘bumbu-bumbu’ oleh si perantara, tentunya kamu tidak mau pikiranmu tambah runyam bukan?
Sampaikan uneg-unegmu secara langsung dengan menerapkan rumus HARD di atas ya!